8.17.2009















Menunggu Sang Mentari Hilang Dibalik Bukit

Bersama menunggu sang mentari hilang dibalik bukit…..
Burung-burung malam dan kelelawar sibuk beterbangan….
Mereka terbang berputar-putar ….. membelah kesunyian senja
Dunia adalah rumah bagi semesta…… memberi kelestarian tanpa batas
Binatang…. Tumbuhan dan manusia saling berkeseimbangan…
Ada waktu masing-masing untuk bertumbuh dan bertahan…

Mewangi ia baru tumbuh dari kuncup yang mungil…
Menebar damainya hari bagi sekelilingnya….
Sebentar lalu ia gugur dengan bersenang ria …..
Sungguh pengorbanan tanpa pamrih

Bersama menunggu sang mentari hilang dibalik bukit.....
Perlahan-lahan keindahan itu mulai nampak.....
Dibarengi dengan suara-suara yang sungguh tak asing
Tapi membaur gemercik seolah-olah dia memberi makna yang tak tertangkap...
Sungguh keseimbangan tak ternilai harganya..
Keindahan alami yang tak akan sama dalam tiap-tiap hari...

Cahaya kemilau kemerah-merahan muncul seiring tenggelamnya mentari
Getarkan hati dengan irama keharuan dan keimanan.....
Betapa tidak...... karena itu adalah suatu tanda.......
Menghampar luas dan tak terbatas.... tak terukur dan tak terkira..
Bukan karena itu tak bisa terukur.... tapi karena itu adalah keterbatasan
Tapi tak terbatas untuk Sang Pencipta.....

Luruh semua kesombongan hamba dengan hina...
Hancur lebur durjana dalam hati dan jiwa.....
Berharap ini adalah pribadi yang jujur ....
Putih bersih bagai sutera yang sedang berjemur....

Bersama menunggu sang mentari hilang dibalik bukit.....
Dengan pelannya menghilang tanpa bekas
Kini ia benar-benar sirna dibalik bukit
Meninggalkan rasa dalam hati dan membekas
Berbisik lirih hamba bermunajat.....
Berharap ini bukan hanya sebatas fatamurgana yang lawas...
Tapi kerinduan bagi tiap-tiap umat......



Serapuh Buih Dilautan Dalam Senandung Harapan ( LanneR_04 )