3.18.2010

Derajat


Bertebaran pasir tandus ditengah gurun
Menyapu jejak yang tak pernah nampak
Menyeka kesejukan laksana embun
Sungguh Fatamurgana tak berdampak

Bulan murung dibalik awan
Tertunduk malu hilangkan jejak
Langit berbintang menghias malam
Beri cahaya langit yang nampak

Malam, sunyi senyap musnahkan derajat
Semua lelap bernaung atap
Langit......... Luas menghampar sinar
Membias dalam tiap-tiap syarat
Bersinar jiwa yang munajat
Dalam redup haturkan hajat
Hadirlah dia dalam satu bentuk
Berilmu mulya tak akan luput.


Sedikit kata yang mungkin tak bermakna.........
Sungguh, perjuangan kadang bukan hanya dengan tenaga, harta, maupun benda. Tapi mungkin juga dengan goresan tinta. Berbekas, mungkin juga tak banyak yang suka membacanya. Tapi bagi saya persajakan adalah jiwa, curahan hati yang dirangkai dengan kata. Kadang indah,kadang pula tak bermakna. Sungguh tiada yang sangka, hadirnya tak banyak yang suka, meski pula......... masih banyak jiwa yang terpesona. Aku adalah goresan tinta dalam sajak nestapa, cinta,meminta, bahagia, dan sajak tak akan pernah binasa diujung masa.