Pemeliharaan Preventif
Banyak sekali definisi yang berkaitan dengan pemeliharaan preventif, tetapi yang pasti adalah semua program pemeliharaan preventif dikendalikan oleh waktu. Dengan kata lain pekerjaan pemeliharaan didasarkan pada jam operasional.
Pemeliharaan preventif dilakukan secara rutin, ini termasuk :
• Pelumasan
• Pembersihan
• Penyesuaian
• Penggantian komponen minor ( V-belt, filter, dll.)
• Pengetesan dan kalibrasi
Servis pemeliharaan preventif rutin ini dilakukan melalui kegiatan fisik langsung oleh tenaga maintenance saat mereka melakukan inspeksi visual, pembersihan, lubrikasi, dll. Jadi pemeliharaan preventif adalah setiap aktivitas / kegiatan perawatan terprogram (planned maintenance activity) yang dilakukan terhadap suatu fasilitas (asset) dengan tujuan untuk meningkatkan umur asset tersebut. Preventive maintenance yang baik akan terhindar dari aktivitas tak terprogram (unplanned maintenance activity).
Karakteristik servis PM
Servis PM dilakukan secara rutin, sebagai kegiatan yang dilakukan berulang kali:
• Rutin karena menggunakan daftar atau prosedur yang sama dalam setiap pengulangan.
• Berulang kali karena servisnya diulangi pada selang waktu tertentu yang teratur.
Sebagai tambahan, servis PM dilakukan pada:
• Interval waktu tidak dapat diubah (fixed) - setiap dua minggu, enam minggu, dll.
• Interval waktu variabel – setiap 250 jam, 10,000 ton dll.
Keseluruhannya, pemeliharaan preventif harus memiliki ‘orientasi pendeteksian’ untuk:
• Mencari permasalahannya sebelum terjadi kegagalan atau terhentinya operasi.
• Memanfaatkan waktu yang diperoleh untuk merencanakan dan menjadwalkan pekerjaan perbaikan.
Masalah yang ditemukan lebih awal kondisinya belum terlalu parah dan dapat diperbaiki dengan biaya yang lebih sedikit dan waktu perbaikan yang lebih singkat.
Pemeliharaan Predikfif
Pemeliharaan prediktif adalah satu kondisi berdasarkan sistem pengukuran output equipment yang menunjukkan tingkat deteriorasi suatu komponen. Sinyal yang ada dibandingkan dengan sinyal normal untuk memungkinkan peneliti menentukan tindakan dan waktu untuk perbaikan. Tehnik prediktif dapat digunakan secara berkala atau terus menerus. Ini terutama untuk komponen yang kritis di mana kegagalannya akan menyebabkan bencana, pemantaunnya harus dilakukan terus menerus. Umumnya, sensor yang terpasang pada komponen-komponen yang kritis dihubungkan dengan komputer untuk memberikan sinyal kepada operator melalui alarm agar mengambil tindakan untuk memperbaiki komponen ke kondisi operasi yang normal. Pembacaan sinyal yang terus menerus memberikan kondisi rata-rata equipment dan analisanya akan memungkinkan intersepsi kondisi yang memburuk sebelum masalah serius terjadi, tehnik ini meliputi:
• Analisa getaran
• Pengetesan tahanan
• Larikan (scanning) infra merah
• Pengetesan gelombang sonar
• Pengetesan gelombang ultrasonik, dll
10.26.2009
Langganan:
Postingan (Atom)


