5.29.2009

Sebatas Angan




Selayang melayang menembus ruang
Terbawa angin dan terperangkap angan
Angan........ Emosi diri dalam kemudahan
Bayang semu yang nampak tanpa ragu

Bayangnya nampak berbinar sinar
Seakan angan manjakan hati
Hadirnya bawa harapan palsu
Meskipun relung selalu menanti
Angan.... anugerah diri hadirkan nyali
Meskipun gelap berangan mulya
Namun, semua hanya sebatas angan
Walau tercapai hadirkan beban

Dia.... Tenggelam dalam derita hidup
Menunduk hina kala bertemu mata
Berhambur angan laksana debu
Kala bertemu sikecill lugu
Dia..........Wajahnya pucat bertempel debu
Tanpa Lelah.......
Dia sodorkan kumplung peotnya...
Dia..........
Tetap tersenyum dalam tangisnya.

Merpati Pagi Tak Sesejuk Zaman Doeloe


mentari mengintip lesu diujung timur bubungan bambu
merambat pelan ciptakan kegaduhan dimuka bumi
suara riang merpati tak kunjung bunyi, walaupun tlah lelah menunggu
huh....... sungguh masa ini, adalah masa yang telah mati

Mati..................
Bukan jasat, tetapi mati hati karena laknat
laknat kesyukuran akan ciptaan tuhan,
Kesadaran hati yang terbeli gemerlapnya bumi.

Merpati pagi,........ kapankah engkau menyapa laksana dulu,
Ketika lampu-lampu kota belum sedemikian terangnya.
Ketika para manusia saling tunduk menyapa,
tanpa memandang gemerlap harta.......

Sungguh kemajuan tak bermakna...
karena sucinya hati bisa dibeli
karena pekanya jiwa mampu dipaksa
.......................

Merpatiku........... alunkan lagumu seperti dulu
Karena kami rindu ........

5.04.2009

Pahlawan dari dunia per wayangan....


Remang-remang sinar petromak di gelap malam,
Menerpa lirih,... angin malam bawa kesejukan,
Terdengar merdu gamelan tembang menembus malam
Dari pecinta wayang yang tak lekang oleh jaman..

Dengan lincah sang dalang mengayun wayang
Mengucap bahasa yang halus dari nenek moyang
Suaranya khas menampilkan kerinduan,
Dengan dongeng abadi menembus jaman.

Rama yang bijak merindukan Shinta,
Karna angkara raja rakshasa,
Gunawan Wibisanapun menyingkir dari alengka.
Menghadap Rama, membawa norma,

Alengka diraja mampu binasa,
Walaupun dibela para rakshasa,
Sebab Angkara yang tak tertata,
Dari serakahnya sang Rahwana,

Ayam kampung berkokok dengan gembira
Tatkala nampak cahaya remang,
Namun, sang dalang masih kokoh dengan wayangnya.
Dengan berteman alunan tembang

Semalam suntuk ia lakonkan perwayangan
Demi budaya agar tak sirna
Walau penikmatmu disebut orang kampungan
Namun ceritamu amatlah bijaksana.

* Kebijaksanaan akan kebenaran mengalahkan saudara, itulah yang dilakoni oleh Gunawan Wibisana ketika meninggalkan kakaknya dasamuka alias rahwana, demi membela kebenaran, dan bergabung dengan Rama.