Remang-remang
sinar petromak di gelap malam,
Menerpa
lirih,... angin malam bawa kesejukan,
Terdengar
merdu gamelan tembang menembus malam
Dari pecinta wayang yang tak lekang oleh jaman..
Dengan lincah sang dalang mengayun wayang
Mengucap bahasa yang halus dari nenek moyang
Suaranya khas menampilkan kerinduan,
Dengan dongeng abadi menembus jaman.
Rama yang
bijak merindukan Shinta,
Karna angkara
raja rakshasa,
Gunawan
Wibisanapun menyingkir dari alengka.
Menghadap
Rama, membawa norma,
Alengka diraja mampu binasa,
Walaupun dibela para rakshasa,
Sebab Angkara yang tak tertata,
Dari serakahnya sang Rahwana,
Ayam kampung
berkokok dengan gembira
Tatkala nampak
cahaya remang,
Namun, sang
dalang masih kokoh dengan wayangnya.
Dengan
berteman alunan tembang
Semalam suntuk ia lakonkan perwayangan
Demi budaya agar tak sirna
Walau penikmatmu disebut orang kampungan
Namun ceritamu amatlah bijaksana.
*
Kebijaksanaan akan kebenaran mengalahkan saudara, itulah yang dilakoni oleh
Gunawan Wibisana ketika meninggalkan kakaknya dasamuka alias rahwana, demi
membela kebenaran, dan bergabung dengan Rama.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar