mentari mengintip
lesu diujung timur bubungan bambu
merambat pelan
ciptakan kegaduhan dimuka bumi
suara riang
merpati tak kunjung bunyi, walaupun tlah lelah menunggu
huh.......
sungguh masa ini, adalah masa yang telah mati
Mati..................
Bukan jasat,
tetapi mati hati karena laknat
laknat
kesyukuran akan ciptaan tuhan,
Kesadaran hati
yang terbeli gemerlapnya bumi.
Merpati
pagi,........ kapankah engkau menyapa laksana dulu,
Ketika
lampu-lampu kota belum sedemikian terangnya.
Ketika para
manusia saling tunduk menyapa,
tanpa
memandang gemerlap harta.......
Sungguh
kemajuan tak bermakna...
karena sucinya
hati bisa dibeli
karena pekanya
jiwa mampu dipaksa
.......................
Merpatiku...........
alunkan lagumu seperti dulu
Karena kami
rindu ........



Tidak ada komentar:
Posting Komentar