4.10.2009

dari sebuah pena

Dari sebuah pena

Langgam indah melantun, mengiringi kesunyian dan melepas segala kepenatan yang ada dalam hati, iringi binatang malam yang terjebak dalam kehampaan, lalu sekejap iapun pergi. Suara hati berbisik, melukiskan dengan sebuah pena. Merajut kata dalam harmoni. Dari sebuah pena ini, terucap kata yang tak bisa keluar dengan suara. Sungguh sangat indah rahasia yang tak bisa diungkap, bawa damainya hati dalam norma yang unik. Batasi segala tingkah hamba dengan karsa, pagari hati dengan nurani yang suci.
Sungguh dari sebuah pena ini, tercipta angan yang tak bisa diungkap dengan hati, tak bisa dirasa dengan jiwa, tak tampak oleh mata sekalipun, jangan pergi………..
Engakaulah penuntun dalam perjalananku, sampai aku temui satu yang pasti, jangan hilang, karena engkau penerang dalam kegelapan jalanku, jangan pernah mati, karena engkau adalah sebuah nurani.
Dari sebuah pena, maninggalkan jejak dalam hati yang terdalam, tak akan pernah dapat terukur, datang dengan cepat lalu ia tak akan pernah pergi. Tertambat dalam nilai-nilai moral, teratur dengan indah bagai mentari yang tak pernah berhenti menyinari bumi. Alunkan aku dalam jalan yang tak pernah tersumbat, terang dengan segala tata kehidupan, bawalah aku dalam etika yang luhur. Budi pekerti yang luhur, luhuring budi karena ﷲ semata.
Dari sebuah pena, tertata rapi mushaf ayat-ayat suci dari yang maha tinggi, Dia Raja dari segala Raja, Dia Cahaya Diatas Cahaya, memberi pedoman bagi manusia untuk selalu berada dalam jalan-Nya. Ketika pecah beberapa langit, terbang berhamburan dan saling bertabrakan beberapa bintang, dan ketika itu kering air dilautan, kepada siapakah kita meminta pertolongan…???? Kita telah diberi petunjuk, bukankah ﷲ telah berfirman dalam ﺳﻮﺭﺓﺍﻝﻋﻤﺮﺍﻥ ayat 103
ﺑﺴﻢﷲﺍﻟﺮﺣﻤﺎﻧﺮﺣﻴﻢ
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

Tidak ada komentar: