Bertebaran
pasir tandus ditengah gurun
Menyapu jejak
yang tak pernah nampak
Menyeka
kesejukan laksana embun
Sungguh
Fatamurgana tak berdampak
Bulan murung
dibalik awan
Tertunduk malu
hilangkan jejak
Langit
berbintang menghias malam
Beri cahaya
langit yang nampak
Malam, sunyi
senyap musnahkan derajat
Semua lelap
bernaung atap
Langit.........
Luas menghampar sinar
Membias dalam
tiap-tiap syarat
Bersinar jiwa
yang munajat
Dalam redup
haturkan hajat
Hadirlah dia
dalam satu bentuk
Berilmu mulya
tak akan luput.
Sedikit kata
yang mungkin tak bermakna.........
Sungguh,
perjuangan kadang bukan hanya dengan tenaga, harta, maupun benda. Tapi mungkin
juga dengan goresan tinta. Berbekas, mungkin juga tak banyak yang suka
membacanya. Tapi bagi saya persajakan adalah jiwa, curahan hati yang dirangkai
dengan kata. Kadang indah,kadang pula tak bermakna. Sungguh tiada yang sangka,
hadirnya tak banyak yang suka, meski pula......... masih banyak jiwa yang
terpesona. Aku adalah goresan tinta dalam sajak nestapa, cinta,meminta,
bahagia, dan sajak tak akan pernah binasa diujung masa.


