Membumbung melayang terbang sang angin membawa debu jauh keangkasa,
seolah burung tak bersayap yang mampu melawan gravitasi, berputar-putar
diangkasa menunggu derasnya hujan tuk turun kembali ke bumi,...
sementara diatas sana... super moon kembali datang dan ciptakan cahaya
terang bagai diujung jalan, sebab terlalu dekatnya dengan bumi.
Bintang-bintang menyapa dengan kedipan khas yang tetap sama sepanjang
masa, dengan ditemani langit cerah membiru dan bergelombang awan putih
yang nampak indah,... sementara disini........... anak-anak dengan riang
bermain di halaman rumah,..... seolah hari ini malam tidak akan datang,
...... Para orang tuapun saling berbincang dikursi kayu panjang seolah
penjaga malam yang matanya selalu terang, pohon palm dengan bunga
anggrek tegantung yang sedang mekar, warnanya ungu kemerah merahan pada
tepinya, .... nampak tebal dan tak mudah layu.....Sementara dari dalam
rumah terdengar alunan musik klasik disertai desiran jangkrik yang cukup
serasi,..... Ya..... Inilah lagu mahameru yang dengan indahnya
dilantunkan , seraya terbata – bata ,,.... bibir inipun mencoba
mengikutinya “ Mahameru.. berikan damainya, didalam beku
Arcapada....... Mahameru sebuah legenda tersisa Puncak abadi para
dewa............. Masihkah terbesit asa .. anak cucuku mencumbui
pasirnya, disana nyalimu teruji oleh ganas cengkraman hutan rimba......”
Dan pun bagaikan hewan liar yang selalu menjaga keseimbangan
alam........... Inilah syair Liar untuk bangsa dan negara yang mulai
gersang... gersang budi pekertinya, gersang pemikirannya, pun mulai
gersang alamnya..... Laksana Bumi borneo yang penuh lubang sebab
perutnya diangkat demi pundi-pundi emas digenggaman bangsawan yang
selalu lapar harta....... janganlah kau renggut super moon ini, sebab
hanya ini yang bisa kami nikmati.... karena hutan yang dulu hijau dan
lebat kini telah berubah menjadi danau-danau dalam yang gersang...
Biarlah hanya ini yang bisa kami nikmati, karena Nikmatnya dunia belum
tentu menghadirkan nikmatnya surga.........


