8.18.2013

Kendil atau Gentong

Mata air ini mengalir dengan jernihnya,
Meskipun sumbernya kecil, namun tanpa henti
Sepotong bambu kering nampak menengadah
Menampung setiap tetesan air tanpa henti

Sebuah Gerabah Coklat tua yang mengkilat
Nampak berada tepat dibawah mulut bambu
Menunggu sejuknya air tuk penghidupan
Menyegarkan setiap hamba yang kelelahan

Dipucuk batu itu, nampak seorang anak lugu
Ditemani seorang paruh baya laksana guru
Sambil menunggu, dia membaca ilmu
Sekejap wajahnya nampak kusam sambil termangu
Ya,.... Kendiku telah terisi penuh....
Sampai-sampai airnya tumpah..........

Lalu dengan pelan dia berucap...
Kenapa kendilku terlalu kecil...
Sehingga aku harus balik 8 kali
Tuk mengisi gentong ini.....

Dan........ Paruh bayapun menyapa
Itulah kemampuanmu nak,....
Janganlah kau paksakan membawa gentong ini dipundakmu
Karena, Kemampuanmu sebatas kendil ini....