3.23.2009

ada dari ketiadaan

Manusia………. Ada Dari Ketiadaan


Dalam renungan, hati berbisik melawan segala rasa yang akan bawa samsara. Kadang hamba bertanya, bagaimana ketiadaan melahiran suatu kenyataan yang hambapun tak tahu bagaimana hal tersebut dapat terjadi…………………………………………………....
Suatu khayalan dalam nyata, semua terjadi dengan rencana, semua tercipta karena kuasa, merajut dan merangkai tanpa kesulitan, mengatakan dan pastilah tercipta. Puji segala anugerah alam yang tercipta dengan kokoh, serasi tata segala alam tanpa ada yang mampu mengungkap kerahasiaannya, kecuali Dia. Menjadi atap yang menaungi seluruh jagad raya tanpa tiang, tanpa batas dan tak terbatas, terhampar dengan segala nikmat yang ada didalamnya, menjadi wadah bagi penghapus dahaga, melimpah ruah tanpa terkendali, menjadi wadah bagi segala tata kehidupan dan peradaban. Memberi cahaya dengan damainya kehidupan, serasi dan selaras muncul dengan keindahan dari arah timur, menyapa dengan kicau sang pembawa damai…… nyanyian burung-burung yang terbang tanpa beban. Dari kejauhan, segarnya udara pagipun menghinggapi seraya menikmati secangkir teh, setelah menerangi… ia berlalu dengan keindahan, menyapa dan pamit penuh dengan kenangan. Bagai ketika ia datang, selalu dinanti dan diharap. Cengkeraman malampun datang dengan kenikmatan, ia datang dengan halusnya sinar rembulan, dengan hamparan cahaya putih gemerlap diangkasa, ia selalu mengedipkan cahaya terangnya, merayu tuk mengajak bercengkerama. Dalam putaran bumi, dimanapun dia ada, siapapun mampu melihatnya, dia tercipta bukan untuk sebagian manusia, tapi ia ada untuk tiap-tiap manusia. Tanpa memandang derajat, bangsa, apalagi harta. Apakah itu belum cukup untuk kita selalu bersyukur kepada-Nya…….???? Untuk selalu menyembah kepada-Nya……? Kalau belum cukup, apalagi yang kurang bagi kalian…….???

Coba kita berbicara dengan hati……….., kita datang kedunia tanpa apa-apa, sekarang kita bisa berdiri, berjalan, beraktifitas dengan leluasa, lalu hidup kitapun mulai layak, kita punya pakaian-pakaian yang bagus, mewah dan perhiasan-perhiasan yang berkilau laksana kilau salju diterpa sang mentari. Apakah dengan hal tersebut kita layak untuk berbangga..???? menganggap orang lain rendah…..??? “ kalau siapa saya tergantung dengan apa yang aku punya, lalu yang aku punya itu telah hilang / lenyap, lalu saya ini siapa ??????? ingatlah, bahwa semua yang ada pada diri kita pada saat ini hanyalah titipan dari Tuhan Yang Maha kuasa. Dialah ﷲ yang maha mengetahui segala alam semesta beserta isinya. Bila diajukan satu pertanyaan kepada anda tentang salah satu nikmat yang sangat besar dan berharga dimana keberadaannya tidak bisa dinilai dengan materi dan kekayaan manusia, perjalanannya berlalu begitu cepat dan tidak terasa, dan tidak akan pernah terulang kembali seperti sedia kala ! Maka apakah jawaban anda tentang pertanyaan tersebut…..?????
Tentunya sebagai orang yang arif dan cerdas kita akan menjawab, itulah dia yang dinamakan dengan waktu, karena dia adalah kehidupan, apabila dia habis, maka habislah kehidupan tersebut. Berikut ini ada beberapa hal yang menjadikan pentingnya kita sebagai seorang muslim untuk menjaga waktu.

Waktu adalah modal yang lebih berharga dari Harta

Semboyan orang-orang barat yang mengatakan waktu adalah uang merupakan sesuatu yang bertentangan dengan prinsip ajaran Islam, karena waktu adalah ibadah, manusia diciptakan untuk beribadah kepada-Nya, bukan semata-mata mencari materil. Hidup ini sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu Ienyap, sungguh manusia seperti hembusan nafas saja, dan semuanya sia-sia. Banyak orang berharap hanya untuk kehidupan di dunia ini saja, tiap-tiap hari yang dikerjakan hanyalah sibuk urusan-urusan duniawi, sibuk mencari uang, sibuk bekerja, sibuk dalam kesenangan-kesenangan duniawi, lupa diri bahwa pada suatu saat semua ini berakhir dan orang itu harus kembali kepada khaliqnya. Hidup juga penuh penderitaan dan air mata, penderitaan yang kita dapat di dunia ini jauh Iebih banyak ketimbang kesenangan yang kita peroleh.

Kepada rekan-rekan saya, mari kita tata kehidupan kita tuk menuju kesenangan, kenikmatan yang tiada terbayangkan. Bekerja untuk akhirat, disertai niat yang tulus, niscaya akan menjadi rohmat bagi kita semua, kita jalankan sesuai dengan kapasitas kita masing-masing.

Tidak ada komentar: