Kelelawar
dewasa itu tumbuh dari kerasnya belantara hutan, dari rimbunnya pepohonan liar
yang menjulang bak kaki langit, melayang menyusuri tepi-tepi tebing yang curam
dan berbatu, lalu menghilang ke dalam gua yang amat gelap, lembab dan
bergantung bersama kawan- kawannya yang selalu riuh riang Tanpa
Penglihatan.......
Rembulan malam
nampak bak lentera terang benderang menyinari jagad, semerbak bunga liar
dirimba tanpa nama, bercampur dengan aroma khas semak-semak yang memenuhi
sisa-sisa tanah, dari bibir sungai yang mengalir jernih, menyejukkan hati dan
menyegarkan jiwa, Gemercik airnya mencerminkan rimba yang selalu terjaga,
menghadirkan keseimbangan bagi semesta.
Sebab apakah
sang kelelawar dewasa enggan untuk menuai hasrat mengitari senja yang indah
tapi berbatas waktu, bukankah itu anugerah Yang Maha Kuasa bagi tiap2 hamba
tanpa berbatas kasta, indah dan membawa semangat untuk kembali berperang diesok
hari, Sebab apakah kesendirian mengalahkan anugerah kehidupanmu dari yang maha
kuasa, Bukankah sudah teramat panjang jalan yang engkau lalui, bukankah sudah
cukup banyak pelajaran yang engkau tuai dari kerasnya hutan rimba tanpa
senjata.
Janganlah
engkau siakan manisnya bunga-bunga jambu yang telah rela menggugurkannya
untukmu,
Walaupun
setiamu menunggu tanpa mampu dikalahkan waktu, dan yakinlah... Dari cahaya
rembulan yang kemayu merias wajah, dan betapa terangnya dia, akan sirna di
tandingi oleh mentari yang kian terang dan menghadirkan keriuhan dimuka bumi,
Bukanlah
cahaya kegelapan malam yang engkau cari, ......
Namun teriknya
mentari yang mampu meriuhkan kegaduhan dimuka bumi,
Namun, akupun
paham bahwa sang kelelawar tidak pernah mencintai matahari, sebab dalam
kegelapanlah dia mampu berburu dengan sempurna, serta dia sudah terbiasa dengan
kegelapan,
Walaupun dia
mengerti bahwa diluar sana ada temeram sinar fajar yang amat indah dan kan
mampu membawa dia dalam kesenangan berbatas adab..
My Posting at Yahoo.Answer to Answer my friends : Chinmi



Tidak ada komentar:
Posting Komentar