3.23.2009

Kelelawar Hutan




Kelelawar dewasa itu tumbuh dari kerasnya belantara hutan, dari rimbunnya pepohonan liar yang menjulang bak kaki langit, melayang menyusuri tepi-tepi tebing yang curam dan berbatu, lalu menghilang ke dalam gua yang amat gelap, lembab dan bergantung bersama kawan- kawannya yang selalu riuh riang Tanpa Penglihatan.......

Rembulan malam nampak bak lentera terang benderang menyinari jagad, semerbak bunga liar dirimba tanpa nama, bercampur dengan aroma khas semak-semak yang memenuhi sisa-sisa tanah, dari bibir sungai yang mengalir jernih, menyejukkan hati dan menyegarkan jiwa, Gemercik airnya mencerminkan rimba yang selalu terjaga, menghadirkan keseimbangan bagi semesta.

Sebab apakah sang kelelawar dewasa enggan untuk menuai hasrat mengitari senja yang indah tapi berbatas waktu, bukankah itu anugerah Yang Maha Kuasa bagi tiap2 hamba tanpa berbatas kasta, indah dan membawa semangat untuk kembali berperang diesok hari, Sebab apakah kesendirian mengalahkan anugerah kehidupanmu dari yang maha kuasa, Bukankah sudah teramat panjang jalan yang engkau lalui, bukankah sudah cukup banyak pelajaran yang engkau tuai dari kerasnya hutan rimba tanpa senjata.

Janganlah engkau siakan manisnya bunga-bunga jambu yang telah rela menggugurkannya untukmu,
Walaupun setiamu menunggu tanpa mampu dikalahkan waktu, dan yakinlah... Dari cahaya rembulan yang kemayu merias wajah, dan betapa terangnya dia, akan sirna di tandingi oleh mentari yang kian terang dan menghadirkan keriuhan dimuka bumi,
Bukanlah cahaya kegelapan malam yang engkau cari, ......
Namun teriknya mentari yang mampu meriuhkan kegaduhan dimuka bumi,

Namun, akupun paham bahwa sang kelelawar tidak pernah mencintai matahari, sebab dalam kegelapanlah dia mampu berburu dengan sempurna, serta dia sudah terbiasa dengan kegelapan,
Walaupun dia mengerti bahwa diluar sana ada temeram sinar fajar yang amat indah dan kan mampu membawa dia dalam kesenangan berbatas adab..

My Posting at Yahoo.Answer to Answer my friends : Chinmi

Tidak ada komentar: