3.28.2009

Melayang Bersama Rembulan Malam


Berselendang menyelimuti dinginnya malam,
Menabur sekeliling pekarangan dengan Cahaya
Tak berharap rembulan redup tertutup awan
Sebab ini purnamamu diakhir bulan,

Melayang-layang binatang malam,
Berbaur dengan sepoinya angin yang tak kunjung diam.
Selendang inipun terbang laksana sayap
Mengajak bercumbu dengan sinarmu.

Berlalu-lalang besi-besi mesin......
Menggebu-gebu seakan berburu.
Mengejar waktu yang terus melaju
Tanpa sadar indah sinarmu..

Biarlah malam ini aku mencumbumu
Dibawah terasku berteman kerinduan..


Mengenang menelisik dalam jiwa,
terkubur kerinduan dahulu kala...
dalam masa kanak yang penuh rasa,
kini binasa bersama gemerlapnya cahaya kota,
sehingga hadirnya cahaya purnama ini bagai tak bermakna..

Ya......... Cahaya kota yang melenyapkan keramahan bangsa.
Dan Merenggut Canda tawa nenek kakek kita.

Tidak ada komentar: