3.03.2009

maintenance

• Sejak tahun 1930-an maintenance telah mengalami evolusi yang dapat dibagi menjadi 3 generasi


Generasi pertama :

Generasi petarma berjalan sampai Perang Dunia II, dimana sifat-sifat industri pada saat tersebut adalah :

- belum banyak menggunakan mekanisasi, sehingga down time bukan merupakan masalah, jadi tindakan pencegahan bukan merupakan prioritas.

- equipment yang sederhana, dan over-designed, sehingga memiliki keandalan yang tinggi dan mudah perbaikannya.

- Tidak memerlukan maintenance yang sistematis, hanya berkisar pada pembersihan, pelumasan dan perbaikan rutin tanpa memerlukan skill yang tinggi.

• Generasi kedua :
Perang Dunia II telah menyebabkan naiknya permintaan akan barang-barang, sementara pemenuhan kebutuhan tenaga untuk industri menurun drastis, sehingga timbul era mekanisasi, dan menyebabkan:

• praktisi industri mulai memperhatikan down time.

• mulai timbul ide konsep preventive maintenance, yang terbatas pada kegiatan overhauls pada interval yang tetap.

• maintenance cost meningkat secara tajam, sehingga memerlukan fungsi maintenance planning & control.



• akhirnva disadari bahwa aset permesinan memerlukan biaya yang berharga, dan untuk mendapatkannya memerlukan biaya yang mahal, sehingga berusaha untuk memaksimumkan usia pakai permesinan.

Generasi ketiga :

Sejak pertengahan tahun 70-an, proses perubahan-perubahan di industi semakin drastis, dan maintenance mengalami momentum yang lebih besar. Perubahan tersebut dapat dikategorikan pada :

- new expectation (tuntutan baru bagi fungsi maintenance)
- new research (penelitian baru tentang pola kerusakan) dan
- new techniques (teknik-teknik baru dalam praktik maintenance)

• Jika sistim maintenance yang baik dilaksanakan di pabrik, orang akan dapat mengontrol dan memonitor situasi maintenance dan akan memberhentikan peralatan sesuai dengan rencana, sehingga peralatan tersebut bukan berhenti dengan sendirinya.

MAINTENANCE SEKARANG DAN YANG AKAN DATANG

• Kita bisa milihat kondisi dimana kebutuhan dan keperluan akan aspek maintenance cenderung meningkat manakala tingkat otomasi dan mekanisasi meningkat pula.

• Pada industri yang proses pekerjaannya mayoritas menggunakan tangan, dampak dari aspek maintenance tidak begitu besar terhadap kualitas dan produktifitas.

• Setelah proses industrialisasi (pemakaian peralatan produksi cenderung meningkat sehingga dengan pengembangan teknologi tinggi yang dikembangkan).

• Kebutuhan akan aspek maintenance menjadi meningkat dengan kondisi tersebut, dimana produktifitas dan kualitas yang tinggi bukan hanya ada pada faktor manusia saja, tapi juga pada aspek peralatan produksi.

Tujuan Pemeliharaan & Biaya Pemeliharaan

Mengapa maintenance diperlukan ?
• Karena untuk memperbaiki peralatan yang rusak.
• Menjaga peralatan agar dapat beroperasi dan membuat produk yang berkualitas.
• Timbul kesan seolah-olah kegiatan maintenance tidak menghasilkan keuntungan secara langsung di dalam tata buku / akuntansi.
• Sehingga banyak perusahaan yang berusaha memperkecil biaya maintenance tanpa memperhatikan konsekwensinya.
• Sasaran produksi adalah kepuasan pelanggan Q, C, D, S, M untuk itu perlu fasilitas yang selalu siap (available).

Tujuan dari pemeliharaan adalah :

1.Menjaga agar unjuk kerja dan availability fasilitas terjaga dan terencana.

2. Pelaksanaannya dilakukan dengan ongkos serendah mungkin.

Why does
maintenance exist ?

Because of repairing
broken/damaged equipment
OR
Keeping equipment into operation and making
quality products?







Objectives of Maintenance

Keep up planned availability performance
At the lowest cost
Above all within the safety descriptions

Tidak ada komentar: